| Benarkah, Bersepeda Berhubungan dengan Disfungsi Ereksi? |
|
|
|
| Written by Polygon Sweet Nice Admin |
| Tuesday, 17 November 2009 08:49 |
|
Salah satu momok terbesar dalam kehidupan pria adalah terjadinya malfunction pada alat vital, yang sering disebut dengan kegagalan ereksi, atau disebut juga dengan disfungsi ereksi, dan bahkan lebih seram lagi disebut dengan impotensi. Benarkah bersepeda dapat menyebabkan disfungsi ereksi ? Â
Mekanisme Ereksi NormalEreksia adalah hasil anatomi dan psikologis dari kordinasi syaraf, hormon endokrin dan seluruh sistem pembuluh darah di dalam tubuh. Ereksi normal membutuhkan peningkatan suplai darah ke penis secara simultan saat darah masuk dengan cepat. Pada banyak kasus, impotensi adalah hasil dari kurangnya darah mengalir ke tubuh atau kegagalan urat darah halus menghantarkan darah di dalam tubuh. Disfungsi EreksiKegagalan ereksi dapat disebabkan berbagai faktor. Umumnya disebabkan oleh hal-hal bersifat organik (ketuaan, penyakit di dalam tubuh), atau bersifat non organik (psikologis, obat-obatan, dll). Disfungsi ereksi organik biasa terjadi pada orang-orang tua, dan jarang terjadi pada laki-laki pada usia dibawah 40 tahun. Bicycle ConnectionSejumlah laporan kasus telah menunjukkan bahwa bersepeda bisa (maaf, sekali lagi saya sebutkan "BISA" ) sebagai penyebab masalah pada ereksi. Bahkan sepeda stationer pun dapat menyebabkan trauma suplai darah ke penis yang menyebabkan disfungsi ereksi. Awalnya dua laporan di tahun 1970-an mencatat bahwa hubungan antara cedera perineal dan bersepeda jarak jauh menyebabkan gangguan pada ereksi. Dua laporan berikutnya berkomentar mengenai cedera perineal, satu dari bersepeda beramai-ramai, dan lainnya dari kegiatan bersepeda secara teratur (rutin). Laporan terbesar mengenai hubungan antara bersepeda dengan impotensi adalah pada tahun 1997, dimana seorang pembalap (sepeda) bersepeda sepanjang 540 km mempunyai 13% insiden kesulitan dengan fungsi erektil setelah selesai berlomba. Trauma Perineal LangsungMekanisme patopsikologis dari cedera hemodinamika yang menyebabkan disfungsi ereksi setelah trauma perineal langsung ditemukan pada tahun 1995. Kajian ini mencatat disfungsi pembuluh darah arteri dan ketidaklancaran pembuluh darah tubuh pada pasien dengan sejarah trauma langsung ke perineum. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tipe cedera ini termasuk berat badan pembalap sepeda, kecepatan, dan kerasnya permukaan sadel. Penulis kajian ini menekankan bahwa pesepeda menyokong berat badannya pada sadel sepeda, dimana untuk laki-laki menyebabkan potensi risiko kompresi kronik ke arteri penile dan saraf pudendal. Tercatat, bahwa bersepeda yang berlebihan (beberapa jam per minggu, beberapa mil per minggu, berjam-jam, atau ber mil-mil) berkolerasi langsung atau tidak langsung dengan keluhan urologis, termasuk disfungsi ereksi dan mati rasa (semutan) dari perineal. Apakah sekarang Anda menjadi takut bersepeda...?No!. Anda tidak usah risau karenanya...Tulisan ini dimuat disini bukan ingin menakut-nakuti Anda. Tapi demi pengetahuan kita bersama tentang sejauh mana pengaruh bersepeda dengan kesehatan Anda; khususnya yang berhubungan dengan masalah disfungsi ereksi. Bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan solusinya sekaligus ? Menghindari Impotensi saat BersepedaBanyak yang mengatakan bahwa bersepeda dapat menyehatkan badan. Yes, itu memang betul. Bahkan bertolak belakang dari penelitian tentang disfungsi ereksi seperti diuraikan diatas, bersepeda dapat meningkatkan libido atau stamina. Hanya, hal-hal yang terjadi pada diri Anda adalah karena kegiatan yang Anda lakukan, jadi bukan karena sepedanya. Bukan saja tentang bersepeda, tetapi segala sesuatu yang Anda lakukan secara berlebihan akan dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada tubuh Anda. SADEL (TEMPAT DUDUK SEPEDA)Satu yang utama dari pencegahan disfungsi ereksi akibat bersepeda adalah perhatian kita terhadap sadel sepeda yang kita gunakan. Pesepeda harus mencegah tempat duduk yang terlalu sempit dan keras. Gunakanlah sadel lembut yang "nose" nya tertuju beberapa derajat ke bawah. Banyak sekali sadel-sadel yang di-design demi keselamatan pengemudi saat ini, maka carilah yang dirancang untuk meminimalisir tekanan pada bagian tengah perineum. Beberapa model sadel ini lebar dan berlapis penuh; yang lain terdapat lubang/parit di bagian tengahnya, dimana penyokong ke tuberosities ischial tersedia di bagian belakang perineum. Sadel ini mengurangi tekanan pada bagian tengah perineum, dimana tempat darah mengalir ke penis. Hindari penggunaan sadel yang kasar, keras, rata (tidak berlubang), dan kecil (sempit); karena hal ini dapat menimbulkan tekanan hebat pada perineum serta syaraf tulang belakang.
|
| Last Updated on Thursday, 19 November 2009 08:49 |