| Pra-PON Tahap II. Jatim Kirim 40 Pembalap |
|
|
|
| Written by Polygon Sweet Nice Admin |
| Tuesday, 14 August 2007 09:53 |
|
Perebutan kuota PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur cabang olahraga balap sepeda di Banjarnegra, 19-22 Juli. Kualifikasi tahap ke-II ini merupakan lanjutan pra-PON di yang sudah dilaksanakan bulan Februari-Maret di Gresik dan Malang. Sebelumnya Jawa Timur dan Jawa Barat telah memiliki kuota 15 atlet yang berhak lolos ke PON XVII berdasarkan hasil pra-PON I. Namun belakang PB ISSI membuat kualifikasi tahpa ke-II di Banjarnegara dandibarengkan dengan Bupati Cup III. Pengprov ISSI Jatim tidak mengetahui secara persis dilaksanakannya pra-PON tahap ke-II kali ini. Sekretaris Umum ISSI Jatim Harijanto Tjondrokusumo mengaku tidak tahu persis rencana kualifikasi tahpa kedua. “Saya hanya mendapat surat undangan dari PB, tentang pelaksanaan pra-PON kedua di Banjarnegara. Dan tidak ada penjelasan lebih detail,” terangnya, Sabtu (14/7). Undangan yang dikirim PB ISSI dengan nomor 185/PB.ISSI/VI/O/2007, hanya mengundang seluruh pengprov ISSI se-Indonesia untuk mengikuti seleksi tahpa kedua. Dalam surat tersebut juga berbunyi, atlet yang mengikuti Training Centre (TC) pelatnas boleh tidak mengikuti seleknas dan otomatis lolos ke PON XVII/ 2008. Sementara atlet Jatim yang masih mengikuti TC pelatnas diantaranya, Dahlina Rosyida, Kaswanto, Robert Wijaya, Usman Ali, dan Sugianto Setiawan. Diluar itu, Jatim telah meyiapkan 40 pembalap dari semua nomor putra-putri, BMX Cross, MTB Cross Country, Road Race-Kriterium, ITT, dan Down Hill. Berdasar kebijakan PB ISSI, dimana nomor ITT, BMX Cross, MTB Cross Country, dan Down Hill hanya diambil masing-masing dua pembalap, baik putra maupun putri. Sedangkan nomor road race dan kriterium, putra diambil 6 dan putri diambil 4. Dengan demikian masing-masing pengprov maksimal bisa mengirim 410 pembalap, bila emuanya lolos. “Jatim tidak mungkin meloloskan 40 pembalap. Karena ada beberapa pembalap yang turun di dua nomor, seperti MTB dan road race atau BMX dan MTB. Saya rasa, daerah lain juga tidak sebanyak itu,” lanjutnya. Pra-PON sepeda ini memerebutkan kuota dan bukan langsung entry by name seperti cabor beladiri. Sementara atlet balap sepeda yang dikirim mengikui pra-PON ini merupakan hasil dari kejurda sereis yang sudah berjalan dua tahun. Sedangkan atlet yang tidak mengikuti kejurda series tidak bisa memiliki tiket menuju pra-PON. Itu sudah kebijakan ISSI Jatim,” tegas Harijanto. (***) Daftar pembalap Jatim yang ikut pra-PON II BMX
MTB Cross Country
Down Hill
Road race dan Kriterium
ITT
|
| Last Updated on Thursday, 05 November 2009 17:04 |