|
Written by Efendi
|
|
Tuesday, 01 December 2009 12:07 |
|
images/s5_nd_4.jpg Etape 8 Speedy Tour d’Indonesia hari ini diisi dengan lintasan pendek 63,7 km dari Surabaya ke Probolinggo. Meskipun demikian para pembalap tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperoleh poin-poin tambahan. Hal ini sesuai dengan tekad para pembalap yang tetap akan berjuang mati-matian untuk memperoleh posisi terhormat.
Sayangnya etape ini masih menjadi milik pembalap-pembalap asing. Meski pembalap tim Surabaya Poligon Sweet Nice berhasil menjadi juara, tetapi pembalapnya sendiri berasal dari Rusia. Hasil kejuaraan individual etape 8 ini sebagai berikut :
Juara I : Sergey Kudentsov (Poligon Sweet Nice Indonesia). Juara II : Mehdi Sohrabi (Tabriz Petrochemical Tim Iran) Juara III : Mohammad Saleh Zamry (Malaysia National Cycling Team).
Sementara tampil sebagai pembalap tercepat pada etape ini adalah pembalap yang berasal dari Kaltim Bayu Satrio S Putro.
Yello Jersey hingga etape 8 ini masih tetap dikenakan oleh pembalap Iran, Mehdi Sohrabi. Green Jersey diraih Nor Ridwan Zaenal (Malaysia), Red Polka Dot Jersey, Amir Zargari (Iran) dan Red and White Jersey kembali dikenakan Harry Fitrianto.
Etape 8 sedianya berbentuk criterium di Surabaya, tetapi karena panjang lintasan tidak memenuhi syarat, maka diubah menjadi balapan jalan raya menempuh 63,7 km dari Surabaya menuju Probolinggo. Selasa (1/12) dilanjutkan dengan etape 9, Probolinggo-Banyuwangi. |
|
Written by Polygon Sweet Nice Admin
|
|
Wednesday, 24 October 2007 15:06 |
|
images/s5_nd_1.jpg Memasuki kompetisi balap sepeda 2007-2008, tim balap sepeda Polygon Sweet Nice (PSN) langsung memprogramkan balapan pertama. Direncanakan satu-satunya tim Continental dari Indonesia itu langsung mengikuti Tour of Hainan, 3-10 November.
Balapan ini merupakan seri pembuka musim kompetisi baru setelah PSN menutup kalender 2006-2007 di posisi ke 29 klasemen Asia. Diawal kompetisi tahun ini PSN berharap bisa meneruskan catatan prestasi yang telah diukir sepanjang musim 2006-2007.
Dari sejumlah balapan yang diikuti musim kompetisi lalu, berhasil melampaui target yang ditetapkan. Bahkan prestasi tahun sebelumnya berhasil dilalui, seperti mengikuti Tour of Syam, Tour of Taiwan, Tour de East Java, dan Tour de Korea.
Demikian juga dengan keikutsertaan pertama di Tour Hong Kong-Sanghai. Dalam melakoni Tour of Hainan kali ini, PSN tidak ingin terlena dengan hasil yang telah dilalui dipenghujung musim lalu.
"Mudah-mudahan hasil positif ini bisa kami lanjutkan. Memang hasil yang kami petik sudah memuaskan, tapi belum maksimal,"terang HARIJANTO TJONDROKUSUMA Direktur PSN dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (16/10).
Hasil yang dimaksud HARIJANTO adalah secara tim sudah cukup bagus. Bahkan HARI FITRIANTO tim mampu mengalahkan tim-tim besar di klasemen akhir tim. Hasil itu masih terdapat kekurangan di sektor individu. Sepanjang tahun ini, pembalap PSN belum mampu merebut stage disetiap balapan yang diikuti.
Kekurangan ini telah direspon manajemen PSN dengan pemberian metode latihan berdasarkan teknologi. Selama satu bulan terakhir ini seluruh pembalap menggunakan General Positioning System (GPS) dalam setiap latihannya.
Alat ini bisa melihat kekuatan yang dimiliki masing-masing pembalap. Mulai kekuatan sprint, endurance, detak jantung, kecepatan rata-rata, dan jarak yang ditempuh. "Dari sini kami bisa melihat sejauh mana hasil latihan seluruh pembalap, untuk di-compare dengan hasil balapan yang sudah kami lalui. Apakah ada potensi untuk merebut stage bisa dilihat dari latihan sehari-hari," lanjutnya.
Menyinggung soal target dalam Tour of Hainan, PSN tidak berani mematok hasil yang dibidik. Pengusaha makanan itu mengatakan, target yang dibidik dalam Tour of Hainan ini bisa memerbaiki hasil tahun lalu.
"Saya berharap anak-anak bisa memerbaiki prestasi tahun lalu. Seperti yang sudah dilalui di beberapa tour musim lalu. Mudah-mudahan," tandasnya. |
|
Last Updated on Monday, 16 November 2009 23:20 |
|
|
Written by Polygon Sweet Nice Admin
|
|
Thursday, 20 September 2007 15:10 |
|
images/s5_nd_2.jpg SURABAYA, Kemampuan pembalap putri Polygon Sweet Nice Dahlina Rosyida mengayuh pedal mulai terasah. Pembalap asal Lamongan itu mampu menembus peringkat ke-15 balapan non UCI race di Belgia, Sabtu (15/9) waktu setempat.
Dalam balapan kriterium one day race, Dames Elite Open Omloop, Dahlina membukukan catatan waktu 1 jam 58 menit dalam jarak 88 km. Catatan ini sama dengan yang dibukukan pemenang lomba, Suzanne de Goede dari LWM Swift Cycling Club.
Melalui e-mail yang dikirimnya, Dahlina menyebutkan bila ajang ini merupakan balapan kecil Belgia. Meski bukan balapan kalender UCI, ajang ini dijadikan sebagai pencari bekal untuk mengikuti kompetisi musim 2007-2008. Namun balapan ini juga diikuti tim elite seperti VZW Lotto-Ladiescycling dan Team Benelux.
Dalam balapan ini Dahlina membawa bendera Pengprov ISSI Jawa Timur, Sabtu waktu setempat, atau Minggu dini hari kemarin. Nana, sapaannya berhasil menembus posisi ke-15 dan memiliki catatan waktu yang sama dengan pemenang, bersama 45 pembalap lain. "Balapan cukup berat, meski bukan balapan besar dan saya semakin mendapat pengalaman di Eropa, " terang Nana melalui imel.
Hasil ini tidak sekali dilaluinya, sebelumnya dia pernah mencatat hasil lumayan. Dibalapan pertananya, Rondee Van Maarhezee dia finis di posisi ke-26 dari 58 pembalap dan menembus peringkat ke-11 dalam Kriterium Aarschot di Belgia. Catatan lain yang dibukukan adalah mendampingi pemenang etape ketiga Holland Ladies Tour, Kirsten Wild dengan catatan sama, 2.25'33".
"Semoga hasil yang kami peroleh semakin baik. Terus terang kompetisi masih panjang dan saya butuh banyak pengalaman di sini," lanjutnya. Dalam balapan ini sengaja Nana berseragam Pengprov ISSI Jatim, karena balapan ini tidak tercatat sebagai kalender UCI. Dengan kata lain, balapan ini bebas diikuti seluruh pembalap yang belum tergabung klub profesional. Meskipun saat ini Nana tengah bergabung dengan Moving Ladies Belanda yang juga belum profesional.
Berdasarkan kalender yang akan diikuti Moving Ladies, Nana dijadwalkan mengikuti NCK Tour di Belanda tanggal 22 September mendatang. Balapan inipun bukan kalender UCI, dan Dahlina bebas memilih balapan lain bila tidak disertakan dalam startlist. |
|
Last Updated on Monday, 16 November 2009 23:23 |
|
Written by Polygon Sweet Nice Admin
|
|
Tuesday, 14 August 2007 10:06 |
|
images/s5_nd_3.jpg Kualifikasi PON (pra-PON) tahap kedua berhasil dilalui dengan manis oleh kontingen Jawa Timur. Setidaknya persembahan satu medali emas telah didapat sekaligus menjadikan garansi lolos ke PON XVII di Kalimantan Timur tahun 2008 kian mantap.
Medali emas pertama disumbang pembalap putra atas nama Hari Fitrianto yang turun di nomor Individual Time Trial (ITT) Putra 50 km, Jumat (20/7). Selain menyabet satu emas, Jatim juga merebut satu perunggu atas nama Tri Kurniasari di nomor ITT putri dengan jarak 25 km.
Manajer puslatda Harijanto Tjondrokusumo ketika dihubungi melalui telefon mengaku gembira dengan hasil yang dicapai anak didiknya. Hasil ini memertegas bila kami memang layak lolos ke PON XVII tahun depan,” jelas Harijanto, kemarin sore. Sebelumnya Jatim sudah memiliki tiket menuju PON XVII setelah lolos limit pada pra-PON tahap pertama di Gresik bulan Februari silam.
Hari Fitrianto melahap nomor ITT dengan jarak tempuh 50 km dengan catatan waktu terbaik 1 jam, 15 menit, 46 detik di kawasan Desa Tapen, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ditempat kedua disusul pembalap asal DI Jogjakarta Didit Purwanto dengan seilih 11 detik. Sedangkan pembalap yang finis di posisi ketiga Yuliarto dari Jateng dengan selisih 1 ''53".
Sementara pembalap putri Jatim boleh dikata lumyan bisa mendulang medali perungu. Hal ini tak lepas dari tingkat persaingan di sektor putri cukup ketat. Terutama provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah cukup teruji pembalap putrinya. Dan hal ini terbukti, bila Tri Kurniasari berada di urutan ketiga dibawah para pembalap Jabar.
Nia, sapaan Tri Kurniasari berada di belakang dua pembalap Jabar, Hariati dan Farida. "Harus diakui untuk sektor putri memang agak berat. Satu pembalap kami tidak boleh turun karena terikat aturan dimana pembalap pelatnas tidak diperbolehkan turun dan sudah pasti memiliki nomor di PON nanti," lanjut Harijanto.
Pembalap putri Jatim yang tidak bisa turun adalah Dahlina Rosida yang masih terikat dengan pelatnas SEA Games 2007. Sementara dua pembalap lainnya yang turun di nomor ITT Angga Fredly (putra) dan Denok Wahyuningsih (putri) tidak bias mengimbangi kedua pembalap yang meraih medali. "Saya kira itu tidak terlalu menjadi pesoalan, karena misi kita adalah mengamankan tiket menuju PON," paparnya.
Sementara pada hari kedua pelaksanaan pra-PON tahap kedua akan melombakan nomor road race (cirkuit race), Sabtu (21/7) di kota Banjarnegara. Jarak tempuh yag direncanakan sepanjang 86,4 km (putri) dan 172,8 km untuk putra.
Atlet Jatim yang akan diturunkan adalah Budi Santoso, Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Riza Pahlevi, Angga Fredly, dan Suprastyo Yudi (putra). Sementara tim putri menurunkan empat pembalap, tri Kurniasari, Denok Wahyuningsih, Rif`ah Indana, dan Dian Retnaning Ratri |
|
Last Updated on Wednesday, 18 November 2009 22:51 |
|